Ko-Kurikuler Adalah: Pengertian, Tujuan, Contoh

kegiatan ko-kurikuler di sekolah

Ko-kurikuler adalah kegiatan pembelajaran pendamping yang dirancang untuk memperkuat dan memperdalam kegiatan intrakurikuler (pembelajaran utama di kelas). Ko-kurikuler memiliki keterkaitan langsung dengan mata pelajaran dan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang terencana di sekolah.

Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang ko-kurikuler sangat penting agar sekolah tidak keliru menyamakan ko-kurikuler dengan ekstrakurikuler atau menjadikannya sekadar kegiatan tambahan tanpa tujuan pembelajaran yang jelas.

Read More

Pengertian Ko-Kurikuler Menurut Praktik Pendidikan

Ko-kurikuler merupakan kegiatan yang:

  • Terintegrasi dengan mata pelajaran
  • Dirancang oleh guru mata pelajaran
  • Mendukung capaian pembelajaran (CP)
  • Dilaksanakan di luar jam pelajaran inti, namun tetap dalam koridor kurikulum

Dengan kata lain, ko-kurikuler bukan kegiatan bebas, melainkan bagian dari strategi pembelajaran yang bermakna.

Perbedaan Kurikuler, Ko-Kurikuler, dan Ekstrakurikuler

Agar tidak terjadi kesalahpahaman di sekolah, berikut perbedaan yang perlu dipahami:

Jenis Kegiatan Pengertian Contoh
Kurikuler Pembelajaran utama sesuai jadwal KBM, asesmen, ulangan
Ko-kurikuler Pendalaman dan penguatan materi Proyek, praktikum, pameran karya
Ekstrakurikuler Pengembangan minat dan bakat Pramuka, olahraga, seni klub

Dari perbedaan tersebut jelas bahwa ko-kurikuler memiliki hubungan langsung dengan mata pelajaran, berbeda dengan ekstrakurikuler yang bersifat pilihan.

Tujuan Ko-Kurikuler di Sekolah

Pelaksanaan ko-kurikuler bertujuan untuk:

  1. Memperdalam pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran.
  2. Mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.
  3. Mengaitkan teori dengan praktik nyata.
  4. Memberikan pengalaman belajar kontekstual.
  5. Mendukung pencapaian profil pelajar Pancasila.

Contoh Ko-Kurikuler di Sekolah

Beberapa contoh kegiatan ko-kurikuler yang sering diterapkan antara lain:

  • Remedial dan pengayaan pembelajaran
  • Praktikum tambahan sesuai mata pelajaran
  • Proyek berbasis mata pelajaran (Project Based Learning)
  • Pameran hasil karya siswa
  • Kunjungan belajar atau observasi lapangan
  • Latihan lomba akademik (OSN, FLS2N, KSN)

Sebagai contoh, pada mata pelajaran Seni Budaya, ko-kurikuler dapat berupa latihan pementasan, pameran seni rupa, atau workshop berkesenian yang terintegrasi dengan materi pembelajaran.

Prinsip Pelaksanaan Ko-Kurikuler yang Benar

Agar sekolah tidak salah memahami ko-kurikuler, berikut prinsip yang perlu diperhatikan:

  1. Direncanakan dan terdokumentasi dalam program sekolah.
  2. Memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.
  3. Terintegrasi dengan intrakurikuler.
  4. Melibatkan guru mata pelajaran.
  5. Dievaluasi sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Kesalahan Umum dalam Memahami Ko-Kurikuler

Beberapa kesalahan yang sering terjadi di sekolah antara lain:

  • Menganggap ko-kurikuler sama dengan ekstrakurikuler.
  • Menjadikan ko-kurikuler sebagai kegiatan seremonial.
  • Tidak mengaitkan kegiatan dengan mata pelajaran.
  • Tidak melakukan evaluasi hasil kegiatan.

Kesalahan ini dapat menyebabkan ko-kurikuler kehilangan fungsi utamanya sebagai penguat pembelajaran.

Kesimpulan

Ko-kurikuler adalah bagian penting dari sistem pembelajaran di sekolah. Dengan pemahaman yang tepat, ko-kurikuler dapat menjadi sarana efektif untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Oleh karena itu, sekolah perlu merancang ko-kurikuler secara terencana, terarah, dan selaras dengan tujuan kurikulum.

Pemahaman yang benar tentang ko-kurikuler akan membantu sekolah menciptakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Konsep pembelajaran ko-kurikuler sejalan dengan kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Related posts